Buku Panduan: Pembangunan Listrik Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

Secara nasional, penyediaan listrik masih didominasi energi fosil: batu bara (53%) dan gas (26%) dari total kapasitas 81,2 GW. Ketergantungan ini menimbulkan dampak lingkungan serius seperti deforestasi, di Kalimantan Selatan mencapai 16.067 hektar (2023) dan Kalimantan Tengah lebih dari 63.000 hektar terancam (2023-2024)—serta pencemaran air dan kerusakan ekosistem. Eksternalitas negatif ini belum diperhitungkan dalam biaya pertambangan.

Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan: tenaga surya hingga 7.714,6 GW, mikrohidro 6 GW, dan tenaga bayu 26 GW. Dengan adanya penyediaan listrik energi terbarukan berbasis komunitas, akses energi dapat meningkat terutama di daerah yang sebelumnya belum menikmati suplai listrik. Lebih dari sekadar infrastruktur, energi harus dipandang sebagai hak dasar yang  menjamin kualitas hidup serta instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi. Bagi perempuan, akses listrik mengurangi beban kerja domestik dan membuka peluang usaha produktif. UMKM dapat menekan biaya operasional dan memperluas skala usaha. Dalam jangka panjang, energi terbarukan berbasis komunitas memperkuat kemandirian desa, membuka lapangan pekerjaan, dan memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam pembangunan.

Kebijakan nasional telah ada, seperti RUEN, RUKN, Perpres No. 112/2022, hingga rencana Presiden Prabowo membangun 80 GW PLTS 8 dan target 100% energi terbarukan pada 2035. Namun, pengalaman menunjukkan banyak pembangkit tidak berkelanjutan karena kelembagaan lokal lemah, kurangnya kapasitas teknis, dan minimnya keterlibatan masyarakat sejak perencanaan. Buku panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi pemerintah daerah, komunitas lokal, LSM, akademisi, dan mitra pembangunan dalam merancang, mengimplementasikan, serta mengelola program pembangunan listrik energi terbarukan berbasis komunitas.

Buku Panduan - Pembangunan Listrik Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

Share this article :

Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat berjuang memperluas ruang demokrasi dalam pengelolaan SDA berkelanjutan & membangun kesadaran ekologi politik rakyat.

Ikuti kami di sosial media!

Informasi & Kontak

Copyright 2024 © All Right Reserved Design by Aksi Ekologi & Emansipasi Rakyat